01 Agu Menghadapi Krisis Pesisir: Sustainablue dan UI YEA Gelar Pelatihan Kesadaran Lingkungan Biru
Wilayah pesisir Indonesia tengah menghadapi krisis lingkungan yang semakin serius. Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, para pemuda hadir membawa harapan dan semangat perubahan. Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan dan advokasi lingkungan, Sustainablue bekerja sama dengan The 14th UI Youth Environmental Action (UI YEA) menyelenggarakan pelatihan singkat bertajuk “Krisis Lingkungan Pesisir: Ancaman dan Harapan” pada Senin, 28 Juli 2025.
Bertempat di Auditorium Pusgiwa UI, kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta muda dari UI YEA yang memiliki minat dan kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Sesi utama pelatihan menghadirkan Mufti Petala Patria, Koordinator Proyek Sustainablue Universitas Indonesia sekaligus pakar di bidang studi kelautan dan pesisir. Dalam paparannya yang inspiratif, Mufti menjelaskan kondisi terkini ekosistem pesisir Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang termarginalkan dan rentan terhadap dampak lingkungan.
Ia memaparkan berbagai ancaman serius yang dihadapi kawasan pesisir, mulai dari krisis iklim, bencana alam, pencemaran limbah, permasalahan ekonomi, hingga abrasi pantai. Semua faktor ini mengancam kelestarian ekosistem sekaligus mengganggu kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut.
Dalam sesi tersebut, Mufti juga memperkenalkan konsep Keadilan Lingkungan (Environmental Justice) dan ekonomi biru (blue economy) sebagai pendekatan penting dalam pengelolaan wilayah pesisir yang rentan. Ia menggunakan Desa Banyuasih di Pandeglang, Banten sebagai studi kasus, dan menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas, terutama di daerah yang masyarakatnya sangat bergantung pada ekosistem pesisir untuk mata pencaharian.
Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi para peserta muda. Selain memperluas wawasan mereka mengenai tantangan pesisir di Indonesia, kegiatan ini juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan dalam membangun masa depan pesisir yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.